Bagaimana Menyikapi Musibah

Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Penyayang.
Allah memberi pada siapa yang Allah kehendaki dan menahan dari siapa yang Allah kehendaki.
Siapapun yang Allah beri tidak ada yang dapat menahannya dan ketika Allah menahan dari seseorang, tidak ada yang dapat memberinya.

Dan orang orang yang Allah cintai, maka Allah menguji mereka dengan pelbagai cobaan agar mereka bertambah teguh dalam ketaatan, konsisten dalam ibadah, bertambah dekat kepada Sang Khaliq Ar Rahim Al Karim, sehingga bertambah tinggi derajat mereka dan mereka mendapatkan pahala yang besar disisi Allah yang tidak terhitung.

Musibah dan cobaan merupakan ketetapan dari Allah yang tidak terelakkan. Tujuannya agar Allah memisahkan yang saleh dari yang fajir, yang mukmin dari yang kafir, yang bersyukur dari yang kufur, yang jujur dari yang dusta.

Allah berfirman :

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya gugur sebagai syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zhalim. ( Ali Imran 140)

Allah juga berfirman :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. (Al Ankabut : 2-3)

Rasulullah bersabda :

من يرد الله به خيرا يصب منه

Siapapun yang Allah kehendaki kepadanya kebaikan, maka Allah akan mengujinya. (HR Al Bukhori)

Yang perlu diketahui oleh setiap orang beriman adalah bahwasanya setiap musibah, ujian dan cobaan merupakan kebaikan baginya.

Allah berfirman :

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

Ketahuilah bahwasanya setiap musibah akan mendatangkan ampunan dari Allah Al Ghafur
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال ما يصيب المسلم من نصب ولا وصب ولا هم ولا حزن ولا أذى ولا غم حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه متفق

“Segala sesuatu yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa letih, penyakit , gelisah, sedih, gangguan, gundah-gulana, maupun duri yang mengenainya (adalah ujian baginya). Dengan ujian itu, Allah mengampuni dosa-dosanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Dan cara yang tepat dalam menyikapi setiap musibah adalah dengan berdoa dan bersandar kepada Allah Rabbil ‘Izzah Yang Maha Kuasa untuk menghilangkan segala kesusahan dan kesulitan, juga dengan berpedoman dengan Kitabullaah dan Sunnah Rasul-Nya. Karena Itu Akan membuahkan keimanan yang kuat, keistiqomahan dalam beribadah, dan keteguhan dalam menghadapi musibah…

 

Ustadz Mujahid Yanuar, Lc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *